Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Politik

WASEKJEND PB HMI: LK I HMI Harus Lahirkan Kader Intelektual dan Pejuang Umat

43
×

WASEKJEND PB HMI: LK I HMI Harus Lahirkan Kader Intelektual dan Pejuang Umat

Sebarkan artikel ini

ICNEWS – LAHAT – Semangat kaderisasi dan perjuangan intelektual mewarnai pelaksanaan Latihan Kader I (LK I) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Lahat yang digelar di Kampus STIT Lahat. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI, Oktaria Saputra, S.E., M.Si., hadir menyampaikan materi Mission HMI sebagai fondasi utama dalam membangun karakter dan arah perjuangan kader HMI., Minggu (24/5/2026)

Di hadapan peserta LK I, Oktaria Saputra menegaskan bahwa HMI bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan organisasi kader dan organisasi perjuangan yang memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi intelektual Islam yang mampu menjaga nilai keumatan, kebangsaan, dan peradaban.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral (moral force), agen perubahan (agent of change), sekaligus kontrol sosial (social control) yang harus hadir di tengah masyarakat dengan gagasan, keberanian, dan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Mahasiswa tidak boleh kehilangan idealisme dan keberpihakan terhadap rakyat. HMI harus menjadi ruang lahirnya kader-kader yang kritis dalam berpikir, kokoh dalam moralitas, serta kuat dalam pengabdian kepada umat dan bangsa,” tegas Oktaria Saputra, Minggu (24/05/2026).

Dalam penyampaian materinya, ia mengulas secara mendalam mengenai hakikat HMI sebagai organisasi yang berasaskan Islam dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan perjuangan, intelektualitas, serta pembentukan karakter kader.

Ia menjelaskan bahwa tujuan besar HMI, yakni terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT, bukan hanya menjadi slogan organisasi, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, pemikiran, dan gerakan nyata kader di tengah kehidupan masyarakat.

“Kader HMI harus menjadi insan akademis yang memiliki tradisi intelektual, insan pencipta yang mampu melahirkan gagasan dan inovasi, serta insan pengabdi yang hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah esensi perjuangan HMI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Oktaria juga menekankan pentingnya menjaga independensi HMI sebagai identitas dan marwah organisasi. Menurutnya, independensi merupakan prinsip perjuangan agar HMI tetap berdiri di atas nilai kebenaran, keadilan, dan kepentingan umat tanpa terjebak pada pragmatisme maupun kepentingan kelompok tertentu.

Ia menilai tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari krisis moral, degradasi intelektual, rendahnya budaya literasi, hingga lunturnya idealisme mahasiswa. Oleh sebab itu, kaderisasi HMI harus mampu menjadi ruang pembentukan kepemimpinan yang melahirkan generasi berintegritas, visioner, dan memiliki keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.

Suasana forum berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdialog mengenai peran mahasiswa, arah gerakan kader, hingga tantangan organisasi di era modern. Diskusi tersebut mencerminkan semangat intelektual dan kesadaran kader muda HMI dalam memahami tanggung jawab perjuangan ke depan.

Melalui pelaksanaan LK I tersebut, HMI Cabang Persiapan Lahat diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral, sosial, dan spiritual, sehingga mampu menjadi pelopor perubahan dan penerus perjuangan umat serta bangsa menuju masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.