Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemerintahan

DPP PGNR : Gubernur HD Tidak Bisa Terus Diam, Kebiasaan Menggunakan Helikopter Harus Dijelaskan ke Publik

13
×

DPP PGNR : Gubernur HD Tidak Bisa Terus Diam, Kebiasaan Menggunakan Helikopter Harus Dijelaskan ke Publik

Sebarkan artikel ini

ICNEWS – LAHAT — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Gerakan Nusantara Raya (DPP PGNR), Oktaria Saputra, menegaskan bahwa Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H.,M.M, tidak bisa terus mengabaikan pertanyaan publik terkait kebiasaannya menggunakan helikopter dalam berbagai agenda.

Menurut Oktaria, penggunaan helikopter yang berulang kali dilakukan Herman Deru telah menimbulkan kesan bahwa seorang gubernur lebih memilih tampil dengan simbol kemewahan dan jarak, dibanding hadir dan merasakan langsung kondisi masyarakat di bawah.

“Publik melihat sendiri bagaimana Herman Deru hampir selalu identik dengan helikopter. Ini bukan lagi soal satu atau dua kali penggunaan, tetapi sudah menjadi kebiasaan yang menimbulkan tanda tanya besar. Untuk apa? Seberapa sering? Siapa yang menyediakan? Dan mengapa seorang gubernur terlihat begitu bergantung pada helikopter?” tegas Oktaria. Jumat (10/4/2026).

Ia menilai, diamnya Herman Deru justru memperkuat kecurigaan dan spekulasi di tengah masyarakat. Karena itu, Oktaria meminta agar Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru segera menyampaikan penjelasan secara terbuka dan tidak berlindung di balik jabatan.

“Seorang gubernur tidak boleh merasa bahwa publik tidak berhak bertanya. Herman Deru adalah pejabat publik. Maka segala kebiasaan yang menimbulkan sorotan wajib dijelaskan. Jangan sampai masyarakat menilai bahwa ada gaya hidup kekuasaan yang terlalu jauh dari realitas rakyat,” ujarnya.

Oktaria juga mendesak Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk segera turun ke Sumatera Selatan dan menelusuri secara menyeluruh kebiasaan penggunaan helikopter oleh Herman Deru.

“BPK, KPK, dan Kejaksaan tidak boleh menunggu kegaduhan semakin besar.
Mereka harus turun, memeriksa, dan memastikan apakah kebiasaan itu pantas bagi seorang gubernur. Jangan sampai publik melihat ada perlakuan istimewa terhadap pejabat yang seolah tidak boleh disentuh,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat Sumatera Selatan saat ini tidak membutuhkan pemimpin yang sibuk membangun citra dari udara, tetapi pemimpin yang hadir di tengah rakyat, melihat jalan rusak, sekolah yang kekurangan fasilitas, dan kesulitan yang dialami masyarakat setiap hari.

“Kalau Herman Deru merasa tidak ada yang perlu disembunyikan, maka buka semuanya. Tetapi jika terus memilih diam, wajar jika publik menilai ada sesuatu yang memang sengaja ditutup-tutupi,” tutup Oktaria Saputra.