Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Pemerintahan

Bupati Lahat Tegaskan Peran Strategis Kabupaten Dalam Pembangunan Nasional, Rakernas APKASI ke-17

16
×

Bupati Lahat Tegaskan Peran Strategis Kabupaten Dalam Pembangunan Nasional, Rakernas APKASI ke-17

Sebarkan artikel ini

ICNEWS – BATAM – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-17 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) resmi dibuka pada Senin malam dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan nasional tersebut dihadiri oleh para bupati se-Indonesia, pimpinan asosiasi pemerintahan, serta perwakilan pemerintah pusat dan provinsi, Senin (19/1/2026).

Ketua Umum APKASI yang juga merupakan Bupati Lahat, dalam sambutannya menegaskan bahwa APKASI bukan sekadar organisasi, melainkan wadah strategis untuk menyatukan suara dan kepentingan pemerintah kabupaten dalam memperkuat pembangunan nasional yang berkeadilan dan merata.

“APKASI bukan hanya forum silaturahmi para bupati, tetapi menjadi rumah besar perjuangan pemerintah kabupaten dalam menyuarakan aspirasi daerah agar kebijakan nasional benar-benar berpihak pada pembangunan yang merata,” ujar Ketua Umum APKASI.

Ia menegaskan bahwa kabupaten memiliki peran vital sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

“Kabupaten adalah tulang punggung bangsa. Dari kabupaten lahir ketahanan pangan nasional, pengelolaan sumber daya alam, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi berbasis wilayah,” tegasnya di hadapan para peserta Rakernas.

Rakernas APKASI ke-17 ini turut dihadiri oleh para gubernur, wali kota, pimpinan DPRD kabupaten/kota, serta perwakilan asosiasi pemerintah daerah lainnya. Kehadiran para kepala daerah tersebut menjadi bukti kuatnya solidaritas dan komitmen bersama dalam membangun Indonesia dari daerah.

Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai isu strategis yang dihadapi pemerintah kabupaten, antara lain meningkatnya tuntutan pelayanan publik, keterbatasan fiskal daerah, serta perlunya regulasi yang lebih berpihak pada percepatan pembangunan daerah. Para kepala daerah didorong untuk tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat, tetapi juga berani menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara inovatif dan berkelanjutan.

“Daerah harus diberi ruang dan kepercayaan. Jika kabupaten kuat dan mandiri, maka provinsi akan stabil dan Indonesia akan tumbuh lebih cepat serta merata,” tambahnya.